Pagi hari, Casmuri sudah berjalan kaki dari kontrakannya di kawasan Grogol menuju Museum Fatahilah, di Kota, Taman Sari, Jakarta Barat. Jalan berkilo-kilo jauhnya dia lalui sambil berjalan kaki untuk menyambung hidup.
Bapak tiga anak berusia 50 tahun itu adalah seorang pedagang tuak aren, minuman manis tradisional khas asal Brebes, Jawa Tengah. Sudah tiga tahun mantan kuli bongkar muat barang ini menjadi pedagang tuak aren. Pundaknya mungkin sudah terbiasa dengan beban jualannya sekitar 20 kilogram. Motif batik betawi
Pahit kehidupan dilalui sampai akhirnya kini dia mengecap manis, semanis tuak aren yang dijualnya. Maklum, sehari ia bisa mengantongi Rp 240.000, dari menjual 80 gelas tuak aren seharga Rp 3.000 per gelasnya. Modal usahannya ini hanya Rp 30.000. Lewat tuak aren itu, dia mampu membeli dua buah mobil pikap kecil Colt disel untuk usaha anaknya.
"Lumayan, dari sini saya bisa buat modal anak. Saya punya dua mobil Colt disel buat anak saya,"
Meski demikian, Casmuri mengaku membeli kedua mobil pikap itu dengan cara mencicil. Ia membeli mobil truk Mitsubishi Colt disel seri 100 PS dan 120 PS. Untuk seri yang pertama sudah lunas dicicilnya. "Yang kedua tinggal sembilan kali lagi," ujar Casmuri.
Setiap bulan, dia bersama sang istri, Tursri (45), bahu-membahu mencicil tiap mobil yang dikredit tersebut. Tursri bekerja sebagai pedagang warung nasi di Grogol dengan pedapatan Rp 3 juta per bulan. Tiap mobil diambil dengan masa cicilan 3 tahun. "Yang sudah lunas cicilannya waktu itu Rp 2,95 juta. Yang saya ambil lagi sekarang ini Rp 2,7 per bulan," ujarnya.
Dua truk itu dipakai oleh dua anaknya untuk keperluan usaha. Ia mengaku, anaknya memiliki usaha jasa mengakut puing bekas bangunan untuk dijual kembali. Anak bungsunya masih menganggur. "Usaha ambilin puing dari proyek. Yang jalaninanak. Saya kasih modal saja. Suruh sekolah enggak mau," kata Casmuri.
Bahan dari orangtua
Casmuri tidak meracik sendiri tuak aren jualannya. Dia bersama sang istri meracik minuman manis nan segar itu. Gula aren yang dipaket melalui travel dari Brebes menjadi bahan dasar dagangannya itu. Bahan dasarnya langsung dibuat orangtua Casmuri di Brebes.
"Dari gula merah aren. Dimasak pakai kayu bakar seharian, baru jadi begini," ujar Casmuri.
Gula aren yang telah dimasak, lanjutnya, kemudian dimasukkan ke dalam bambu petung berukuran masing-masing 1 meter. Bambu yang berada di belakang berfungsi sebagai stok cadangan. Sementara yang di depan berfungsi sebagai bambu utama tuak aren yang akan dituang kepada pembeli.
Bedanya, di bambu belakang sepelastik es ditaruh di dalamnya bersama tuak aren kental. Sedangkan di bambu depan, es batu dalam jumlah cukup banyak dibiarkan bercampur bersama tuak aren.
"Kalau habis yang di depan, ngambil dari bambu yang belakang. Soalnya yang belakang enggak bisa buat tuang ke pembeli karena ada gelasnya," ujarnya.
Adapun bambu yang dipilih yakni bambu petung, dibeli dari Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut dia, bambu itu mesti diganti setiap satu tahun sekali. Di bagian atas bambu ditutup menggunakan karet dilapis plastik.
Ketika pembeli datang, Casmuri cukup memutar balik bambu sehingga air tuak aren keluar.
Sudah jarang
Mencari dagangan tradisional itu di Ibu Kota mungkin gampang-gampang susah. Padahal, peminatnya cukup banyak. Ketika diamati, banyak pembeli yang menghampiri sang penjual tuak aren itu, dari mulai remaja hingga orang dewasa.
"Seger ini, kalau di Bogor sudah enggak ada lagi kayak beginian. Jarang, susah mau nyarinya," kata Yanto (36), warga Bogor yang tengah berlibur bersama keluarga di Museum Fatahilah itu.
Yanto hanya suka dengan rasanya. Manisnya, menurut dia, berbeda dengan jajanan minuman lain. "Khasiatnya saya kurang tahu. Mungki buat panas dalam ya," selorohnya sambil terkekeh.
Yanto berharap pedagang-pedagang tradisional seperti mereka bisa lestari di tengah pertumbuhan kota. "Biar orang enggak lupa saja kalau kita punya makanan atau minuman khas daerah kan. Seperti Betawi ada kerak telor," ujarnya.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Minggu, 05 Oktober 2014
Lestarikan Batik Betawi Bisa Dimulai dari Pekerja Kantor
DEKRANASDA DKI Jakarta menggelar peragaan busana di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014. Tujuh desainer ternama Indonesia mengusung material inti berupa kain Batik Betawi, seraya turut menjaga kelestariannya.
Batik Betawi memang tak sepopuler batik Jawa. Tak banyak yang mengenal batik Betawi dari segi motif dan warna. Kepedulian para pengrajin batik Betawi lambat laun kian menyusut, produksinya pun tidak secemerlang batik Jawa. Jual kemeja batik betawi ready stok
Jeny Tjahyawati selaku desainer, yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), prihatin dengan kondisi tersebut. Dia memiliki ide brilian untuk mencegah kepunahan batik Betawi, khususnya kepada Pemprov DKI Jakarta.
“Biar ini batik tidak punah, coba deh pemerintah imbau para pekerja kantoran untuk mengenakan batik Betawi, jangan batik Jawa.
Memang, hal tersebut sangat berpengaruh untuk dapat meningkatkan popularitas kain batik Betawi. Namun, Jeny juga meminta Pemprov DKI Jakarta untuk dapat mendukung batik Betawi dalam hal produksi.
“Produksinya juga harus dijaga dan didukung. Kita kekurangan sumber daya manusia dan teknologi juga,” tutupnya.
Seperti diketahui, Batik Betawi hanya dikenakan oleh beberapa kalangan. Banyak masyarakat Indonesia menggandrungi kain tradisional dari Jawa, padahal batik Betawi memiliki motif dan warna yang jauh berbeda dengan batik Jawa.
Batik Betawi memang tak sepopuler batik Jawa. Tak banyak yang mengenal batik Betawi dari segi motif dan warna. Kepedulian para pengrajin batik Betawi lambat laun kian menyusut, produksinya pun tidak secemerlang batik Jawa. Jual kemeja batik betawi ready stok
Jeny Tjahyawati selaku desainer, yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), prihatin dengan kondisi tersebut. Dia memiliki ide brilian untuk mencegah kepunahan batik Betawi, khususnya kepada Pemprov DKI Jakarta.
“Biar ini batik tidak punah, coba deh pemerintah imbau para pekerja kantoran untuk mengenakan batik Betawi, jangan batik Jawa.
Memang, hal tersebut sangat berpengaruh untuk dapat meningkatkan popularitas kain batik Betawi. Namun, Jeny juga meminta Pemprov DKI Jakarta untuk dapat mendukung batik Betawi dalam hal produksi.
“Produksinya juga harus dijaga dan didukung. Kita kekurangan sumber daya manusia dan teknologi juga,” tutupnya.
Seperti diketahui, Batik Betawi hanya dikenakan oleh beberapa kalangan. Banyak masyarakat Indonesia menggandrungi kain tradisional dari Jawa, padahal batik Betawi memiliki motif dan warna yang jauh berbeda dengan batik Jawa.
Minggu, 21 September 2014
5 Tips Memilih Kain Batik Berkualitas Baik
Kualitas kain batik akan
sangat memengaruhi kenyamanan Anda ketika memakainya. Semakin bagus kualitas
kain batik, maka harganya juga akan semakin mahal. Namun demikian, yang sangat
menentukan tinggi rendahnya harga sehelai kain batik adalah tingkat kesulitan
proses pembuatannya.
Bagi Anda yang sangat memerhatikan kualitas untuk
barang-barang yang digunakan, memilih kain batik berkualitas bagus pasti
menjadi suatu hal penting. Berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan saat
memilih kain batik. Toko batik betawi
1. Perhatikan jenis kain
batik
Sebelum membeli, ada baiknya
Anda menentukan jenis kain batik yang akan dibeli, batik cetak atau tulis.
Biasanya, kain batik tulis memiliki kualitas yang lebih baik dibanding batik
cetak atau cap.Di samping itu, harganya pun juga jauh lebih mahal. Hal ini karena
dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi saat proses pembuatannya yang
menggunakan alat khusus berupa canting. Pencantingan sendiri adalah cara
pertama pembuatan kain batik, sehingga dianggap lebih tradisional dan memiliki
nilai historis tersendiri yang turut mendongkrak banderol harganya.
2. Lihat jenis bahan
Saat membeli kain batik,
jangan lupa untuk memilih jenis kainnya.Jika akan digunakan untuk kegiatan
sehari-hari, pilihlah kain batik berbahan katun. Katun yang menyerap keringat
akan memberikan kenyamanan lebih bagi Anda karena anti-gerah. Jika Anda membeli
batik untuk acara spesial seperti pesta misalnya, bahan sutra bisa menjadi
pilihan sempurna. Kedua bahan tersebut adalah bahan terbaik untuk dua jenis
kegiatan yang kerap Anda lakukan.
3. Raba cetakan warnanya
Rabalah warna cat yang
terdapat pada kain batik. Pastikan warna yang ada di sana tidak menempel pada
tangan Anda. Bila warna cat meninggalkan bekas di tangan berarti pewarna kain
yang digunakan memiliki kualitas rendah. Hal ini bisa menyebabkan luntur
sehingga lambat laun kain batik Anda menjadi pudar.
4. Membalik bahan
Cobalah untuk membalik bahan
kain batik yang akan Anda beli. Kain batik dengan kualitas bagus biasanya
memiliki cetakan luar dan dalam yang sama. Jadi, ketika Anda membalik kain
batik, motif dan warna yang ada di bagian dalam sama dengan bagian luar. Ini
menunjukkan kain tersebut telah melalui proses pembuatan yang detail dan lebih
awet ketimbang kain batik yang bagian luar dan dalamnya berbeda.
5. Tempelkan pada kulit
Cobalah untuk menempelkan kain
batik yang ingin Anda beli ke kulit, dari situ Anda bisa merasakan bahwa kain
akan terasa dingin jika dikenakan. Ini artinya bahan batik tersebut merupakan
kain dengan kualitas bagus.Biasanya kain batik jenis ini juga tidak akan mudah
kusam meskipun Anda telah mencucinya berkali-kali. Dan juga jangan takut ketika
Anda menemukan kain batik yang tampak kaku, karena hal ini memang sering
terjadi dan akan melunak sendiri setelah dicuci.
Minggu, 27 Juli 2014
Makna di Balik Motif Kuno Batik Betawi
Dahulu di Betawi pernah berkembang
usaha pembatikan tetapi pengusaha dan perajinnya berasal dari kota-kota di Jawa
yang sudah dikenal sebagai penghasil batik. Maka bisa dibilang batik Betawi
bukanlah semacam batik Solo, batik Cirebon, atau batik Lasem yang memproduksi
batiknya sendiri, karena dahulu orang Betawi tak memproduksi batik. Walau
begitu, batik Betawi memiliki keunikan tersendiri dibanding batik daerah
lainnya di Indonesia.
Suwati Kartiwa, penulis banyak buku
tentang budaya Indonesia khususnya tekstil, dalam bukunya “Batik Betawi : Dalam
Perspektif Budaya Kreatif”, menyebutkan bahwa unsur lingkungan alam Betawi sama
dengan daerah pesisiran sehingga banyak batik pesisiran disukai di Betawi.
Kemungkinan asal usul pemakai juga berasal dari berbagai daerah penghasil
batik, mereka berkumpul dan tinggal lama di Betawi lalu menyebarkan budaya
mereka dalam bentuk tekstil.
Ciri khas kain batik Betawi yaitu kain sarung dengan menonjolkan motif khas
Tumpal, yaitu bentuk motif geometris segitiga sebagai barisan yang memagari
bagian kepala kain dan badan kain. Saat dikenakan, Tumpal harus ada di bagian
depan. Motif burung hong juga masuk dalam ciri khas batik betawi sebagai
perlambang kebahagiaan. Motif batik Betawi lebih terfokus pada kesenian budaya
Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Arab, India, Belanda, dan Cina. Motif kuno
batik betawi terbagi dari beberapa jenis, yaitu Ondel-ondel, Nusa kelapa,
Ciliwung, Rasamala, dan Salakanegara.
Nama-nama yang digunakan pada motif
batik selalu memiliki makna yang mengandung nilai nilai luhur sekaligus menjadi
kekhasan adat budaya Indonesia. Begitu juga dengan batik Betawi terutama motif
kuno-nya memiliki makna tersendiri, seperti:
Loreng Ondel-ondel misalnya, motif
ini dibuat mengangkat figur Ondel-ondel sebagai boneka yang dapat menolak bala.
Motif ini mengandung harapan agar pemakainya mendapat kehidupan yang lebih baik
serta jauh dari bala. Biasanya jenis batik Betawi bermotif ini digunakan pada
acara besar adat Betawi.
Sedangkan motif Nusa Kelapa memiliki
ide disain dari Peta Ceila yang dibuat pada 1482-1521 saat pemerintahan Prabu
Siliwangi. Dari peta itu diketahui Jakarta dulu bernama Nusa Kelapa, hingga
menjadi Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, dan Jakarta. Nama Nusa Kelapa ini
diambil oleh leluhur masyarakat Betawi saat itu, hingga dijadikan motif batik
Betawi.
Sementara, motif Ciliwung berdasarkan
ide dari peradaban manusia yang berasal dari tepian Sungai Ciliwung. Konon
penguasa Portugis dan Belanda begitu tertarik dengan Sungai Ciliwung hingga
bermaksud menguasai Betawi. Sesuai namanya, pemakaian batik ini diharapkan
pemakainya menjadi pusat daya tarik dan sebagai simbol rezeki yang terus
mengalir bak sebuah aliran kali.
Batik motif Rasamala mengambarkan
riwayat Belanda saat masuk ke wilayah Sunda Kelapa. Saat itu daerah Sunda
Kelapa masih berupa hutan belantara yang banyak ditumbuhi pohon jenis Rasamala.
Warga Betawi menganggap keramat pohon Rasamala karena baunya yang wangi, kulit
kayu, rasamala dijadikan setanggi.
Sedangkan, motif batik Salakanagara
merupakan batik yang mengangkat motif bertemakan kerajaan pertama di tanah
Betawi yang didirikan oleh Aki Tirem pada 130 masehi. Nama Salakanegara
berkaitan dengan kepercayaan warga saat itu yang menganggap bahwa gunung
mempunyai kekuatan dan gunung itu adalah Gunung Salak yang terletak di
Kabupaten Bogor.
Keunikan lainnya dari batik Betawi
adalah, warga Betawi, baik kalangan atas maupun bawah menggunakan motif yang
sama, yang membedakan adalan pemilihan bahannya. Untuk kalangan atas, umumnya
terbuat dari bahan mori halus cap sen. Sedangkan untuk kalangan bawah, terbuat
dari mori kasar atau belacu. Batik Betawi menjadi bahan pakaian yang populer di
kalangan penduduk Betawi laki-laki pada akhir abad XIX, terutama di wilayah
Betawi Tengah. Mereka menggunakan batik sebagai bahan celana seperti
orang-orang Belanda. Selain itu, batik Betawi juga digunakan untuk pakaian
sehari-hari, untuk keperluan hajatan (pesta) dan plesiran (jalan-jalan).
Namun sayangnya, kini batik kuno khas Betawi sulit untuk
dijumpai lagi. Keberadaan motif kuno batik Betawi hanya sering ditemui pada
pameran ataupun acara besar adat Betawi.
Langganan:
Postingan (Atom)